Bersedekah dengan Senyuman

Senin, 18 April 2011

“Senyum di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu.”  (HR. Imam Ahmad).

Semua orang pasti pernah tersenyum. Senyum adalah bagian dari gerak tubuh yang diekspresikan secara alamiah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa senyum adalah gerak tawa ekspresif yang tidak bersuara untuk menunjukan rasa senang, gembira, dan suka cita dengan mengembangkan bagian bibir sedikit.

Senyum merupakan ekspresi positif. Dengan tersenyum seseorang memberi kesan baik kepada orang lain. Terkecuali jika senyum itu diungkapkan dengan terpaksa. Memberi senyum merupakan kebaikan. Sebab dengan begitu ia menyenangkan orang lain. Pahalanya sama dengan seperti bersedekah. Itu sebabnya Nabi senang tersenyum kepada orang lain.

Jarir bin abdillah pernah bercerita “Sejak aku masuk Islam, Nabi tidak pernah menghalangiku untuk menemuinya, beliau selalu tersenyum kepadaku. (HR Bukhari). Nabi senantiasa mengekspresikan mukanya dengan senyum. Nabi juga mengajarkan kepada kita untuk berlemah lembut, sebab lemah lembut merupakan rahmat dari Allah.

Memang tersenyum merupakan hal sederhana. Banyak orang menyepelekannya. Padahal senyum kepada orang lain mengandung banyak manfaat.  Tidak hanya bagi orang lain, tapi juga bagi orang yang melakukannya. Rasullullah bersabda ; “Janganlah kamu keremehkan kebaikan sekecil apapun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (HR. Muslim).

Menyembuhkan Penyakit

Dari segi kesehatan, tersenyum sangat positif. Orang tersenyum akan memperoleh banyak manfaat untuk kesehatan tubuh dan kejiwaan. Nabi sendiri membuktikannya. Kondisi Nabi senantiasa sehat. Salah satu resepnya karena Nabi murah senyum ketika berinteraksi dengan keluarga maupun para sahabat.

Menurut penelitian senyum bisa memperdayai tubuh, sehingga perasaan bisa berubah. Ketika seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang di sekitar pasti ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia.

Senyum menghilangkan gejala stress. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan dan sedih. Senyum membuat sistem imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang rileks. Senyum juga membuat kita awet muda. Di samping itu juga senyum membuat kita terlihat sukses. Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri dan bisa diandalkan.

Seorang dokter, Mark Stibich, Ph.D. menulis artikel tentang senyum di sebuah media di Amerika. Menurut dia senyum membuat orang lebih menarik. Orang banyak senyum punya daya tarik. Hal ini juga bisa membuat perasaan orang di sekitar nyaman dan senang. Sebaliknya orang yang cemberut, merengut, mengerutkan kening dan menyeringai membuat orang di sekitarnya menjadi tidak nyaman. Dipastikan orang yang banyak tersenyum memiliki banyak teman. Senyum juga bisa mengubah perasaan. Jika kita sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan mebuat perasaan menjadi lebih baik.

Senyum yang dianjurkan nabi adalah senyum yang tulus dan ikhlas. Ketulusan dan keikhlasan itu penting, sebab disitulah nilai pahala itu tersimpan. Senyum yang tulus itu hukumnya sunnah. Sama seperti sedekah. Tapi jika senyum diungkapkan secara terpaksa, maka akan bernilai lain. Sesuatu yang baik akan berubah menjadi jelek, bahkan dibenci Allah.

Senyum yang terpaksa bisa mengandung unsur kebohongan. Senyuman dibuat buat dan tidak jujur. Senyuman seperti ini bagian dari sifat munafik. Allah sangat membenci orang yang munafik. Salah satu cirinya adalah ia tersenyum namun sebenarnya benci kepada orang yang ia senyumi.

Senyum yang mengandung nilai sedekah adalah senyum yang tulus, ikhlas, tidak manipulatif dan bertujuan menyenangkan orang lain. Ketika orang senang, ia ikut senang. Seperti itulah orang mukmin sejati,

Disalin dari : Buletin Dakwah Ar Risalah Edisi 456/tahun VII Jumadil Awal 1432 H.

0 komentar:

Poskan Komentar