Taddabur ayat ayat Rahmat Allah

Kamis, 21 April 2011


Catatan ini saya tulis dan sarikan dari tausyiah H.  Bachtiar Nasin Lc pada majelis Reboan di mesjid Alatief pasar raya blok m rabu lalu, dengan tema yang sama dengan judul di atas.  

Arti kata Tadabbur sendiri terdapat diantaranya dalam QS. An Nisaa’ ayat 82, secara leksikal/harfiah tadabbur mengandung beberapa filosofi makna, yakni: refleksi (reflection), meditasi (meditation), berfikir (thinking), pertimbangan (consideration) dan perenungan (contemplation). Mencermati rangkaian makna terbaca, kata ini memiliki makna integral dalam konteks kecerdasan manusia; intelektual, spiritual dan moral. Itulah kemungkinan yang dapat kita tangkap mengapa Al-Qur’an menggunakan kata tadabbur. (Sumber : http://putrapurnama.wordpress.com/2009/02/17/qiro%E2%80%99ahtilawahtadarusdan-tadabbur/ )

Sedang  makna dari Rahmat Allah adalah seperti yng dikatakan oleh Prof.Dr. Muhammad Mutawali dalam bukunya tafsir Asy-Sya’rawi ;“Allah SWT disebut Dzat Yang Maha Penyayang di dunia karena banyaknya makhluk Allah yang tercakup oleh sifat rahmat-Nya ini. Rahmat Allah SWT di dunia berlaku umum kepada makhluk-Nya, baik orang mukmin, pelaku maksiat, maupun orang kafir. Di dunia Allah SWT memenuhi semua kebutuhan mereka secara merata tanpa memperhitungkan dosa-dosa mereka. Dia memberi rezeki dan ampunan kepada mukmin dan non-mukmin. Dengan demikian, semua manusia di dunia mendapat rahmat-Nya tanpa memandang apakah mereka beriman atau tidak. Akan tetapi, di akhirat Allah SWT hanya memberikan rahmat kepada orng mukmin saja, sedangkan orang-orang kafir dan orang-orang musyrik tidak akan memperoleh Rahmat-Nya. Oleh karenanya penerima rahmat di akhirat jumlahnya lebih kecil jika dibandingkan saat berada di dunia. (sumber : http://hilmanmuchsin.blogspot.com/2009/05/arti-dan-makna-kata-rahmat.html)

Rahmat (kasih sayang) Allah harus kita cari/minta agar kita tidak menjadi seperti syeitan yang menjauh dari Allah dan Iblis yang berputus ada dari rahmat Allah. Rahmat tidak selalu datang dari apa yang kita suka. Namun dari yang kita tidak suka pun merupakan rahmat Allah. Orang yang beruntung adalah orang yang mencari rahmat Allah karena akan mampu menerima apapun yang diberikan Allah kepadanya dan dapat menjadi orang yang bertawakkal (berserah diri kepada Allah).

Kata Rahmat yang asal katanya Rohmah sendiri merupakan kata istimewa karena dalam QS Al Fatihah ada 2 kali penyebutan yaitu Arrahman dan Arrahim yang perkenalan diri Allah kepada umat manusia sebagai yang Maha Pengasih dan yang Maha Penyayang bukan yang lainnya.

Manusia dalam doanya sering memohon agar diberi keinginannya/hasratnya dikabulkan namun melupakan takdir Allah padahal kehidupan ini berada diantara ikhtiar insani dan takdir Ilahi..itulah penting rahmat.  jadi peradigmanya harus di rubah.. kita harus yakin dulu akan Takdir ilahi kemudian berdoa atau berikhtiar agar apa yang kita inginkan terjadi sehingga kalau pun apa yang kita inginkan tidak terjadi, kita sudah menyadari itu merupakan takdir ilahi. Sebagai contoh yang bs sebagai pembanding adalah kita sering menganggap seorang manusia disebut sebagai pemenang apabila dapat memaafkan orang lain padahal pemenang sesungguhnya adalah apabila kita  mampu meminta maaf. So kesimpulannya orang yang sukses adalah orang yang mendapatkan keinginannya yang sesuai dengan takdir ilahi.

Lantas bagaimana caranya agar apa yang kita inginkan dapat sesuai dengan takdir Ilahi ? berharaplah agar Allah meninspirasi agar apa yang Allah inginkan/takdirkan menjadi keinginan kita.

Kandungan kata Rahmat :
·         Allah sudah memberi sebelum diminta
·         Allah selalu memberi kepada yang meminta
·         PemberianNya melebihi dari yang diminta
·         Tak pernah berharap kembali dari yang telah diberikanNya
·         PemberianNya meliputi kebutuhan, keinginan dan yang tak pernah terbayangkan.

Hadist Shahih Bukhari No. 2955 ; dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ; “Ketika Allah menetapkan penciptaan makhluq, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang berada di sisi-Nya di atas ai-‘Arsy (yang isinya) : “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku.

Siapapun yang telah membuat Allah kecewa, maka seketika hilanglah rasa kecewa itu apabila segra bertobat kepada-Nya. Itulah salah satu rahmat Allah.

Seluruh bentuk keni’matan Allah yang diberikan hamba-Nya didunia hanyalah sebagian kecil saja. Dari Abu Hurairah ra berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:” Allah menjadikan rahmat 100 bagian, 99 bagian Allah tahan dan Allah turunkan ke bumi satu bagian. Satu bagian itulah yang menyebabkan sesama mahluk saling menyayangi sampai kuda mengangkat telapak kakinya dari anaknya khawatir mengenainya” (Muttafaqun ‘alaihi).

Begitulah, keni’matan paling ni’mat yang Allah berikan di dunia hanyalah satu bagian saja dari rahmat Allah swt sedangkan sisanya Allah tahan dan hanya akan diberikan kepada orang-orang beriman di surga.
Oleh karena itu dalam kesempatan lain Rasulullah saw bersabda tentang dunia bagi orang beriman. Dari Abu Hurairah ra berkata :”Rasulullah saw bersabda:” Dunia adalah penjara bagi mu’min dan surga bagi orang kafir”(HR Muslim). Sumber :  http://www.syariahonline.com/v2/mutiara-hadist/hadits-fitnah-dunia
 
Sesungguhnya Allah akan menyayangi hamba-hamba-Nya yang dikarunia sifat Kasih sayang (HR.Bukhari dan Muslim).

Bercepatlah mengejar ampunan Allah lalu berlomba lombalah mendapatkan ampunan Allah.. 
Syurga adalah motivasi manusia untuk kehidupan abadi di akhirat.. biasanya orang yang lebih berorientasi pada kehidupan akhirat hidupnya cenderung lurus. Itulah rahmat Akhirat.

Cara merealisasikan rahmat Allah adalah :
·         Mensyukuri nikmat rahmat
·         Berkasih sayang

Cara mendapatkan rahmat Allah :
·         Beriman
·         Berhijrah
·         Berjihad

Referensi ayat tentang  rahmat Allah ;

QS ; An nissa (4 ;175) :
fa-ammaa alladziina aamanuu biallaahi wai'tashamuu bihi fasayudkhiluhum fii rahmatin minhu wafadhlin wayahdiihim ilayhi shiraathan mustaqiimaan
175. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.

QS : Ali Imran ( 3;8 )
rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaytanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka anta alwahhaabu
8. (Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)".

Dalam sessi tanya jawab ada pertanyaan dari salah satu jamaah yg cukup menarik saya catat disini karena realitanya memang ada pernyataan seperti ini. Salah seorang menanyakan bahwa ia mempunyai seorang teman yang mengatakan bahwa ia tidak pernah minta dilahirkan jadi untuk apa harus shalat dan taat kepadaNya.. satu pernyataan putus asa dari seorang yang masih buta mata hatinya.. jamaah tersebut menanyakan bagaimana cara menyadarkan dia. Disini ustadz menjawab : katakan saja pada orang itu :
·         Bukankah engkau tidak pernah minta diberikan mata ? toh kamu gunakan juga untuk melihat.
·         Bukankah engkau tidak pernah minta diberikan tangan ? toh kamu gunakan juga untuk menyuap makanan ke mulutmu.
·         Bukankag engkau  tidak pernah minta diberikan kaki ? toh kamu gunakan juga untuk berjalan?
·         Bukankah engkau tidak pernah minta diberikan otak ? toh kamu gunakan juga buat berpikir
Jadi kita memang tidak pernah meminta dilahirkan tapi kita diciptakan untuk menyembah dan taat kepada yang menciptakan kita. Andai kita tidak mau menyembah dan taat kepada yang menciptakan kita, maka jangan kita gunakan apa yang dikaruniakanNya, sanggupkah engkau kawan ?

Condet, 21 April 2011

0 komentar:

Poskan Komentar